• haroldhd2000

Indonesia Sales Car Report March 2021, Relaksasi PPNBM Tuai Hasil Positif Signifikan

HI, welcome back to HDT blog. lagi-lagi hiatus cukup lama sampai bisa membuat tulisan lagi. Kali ini, topik yang mau di angkat performa penjualan otomotif pada triwulan pertama (Januari - Maret) di tahun 2021. Seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan Maret 2021 subsidi PPNBM kendaraan roda 4 dari pemerintah Indonesia telah di laksanakan. Sebelum masuk lebih dalam mengenai hal ini, beberapa highlight penting mengenai hal ini :

  1. Kepanjangan PPNBM mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan RI No 20/PMK.010/2021 adalah pajak penjualan atas barang mewah sebagaimana yang dimaksud dalam undang - undang PPN.

  2. Tipe kendaraan yang termasuk dalam insentif PPNBM adalah kendaraan bertipe sedan atau station wagon dengan kapasitas silinder sampai dengan 1500 CC berpenggerak 4X2 dengan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negri) minimun 70%.

  3. skema Subsidi PPNBM yang di berikan oleh pemerintah Indonesia sebesar 100% pada periode Maret - Mei 2021 , 50% pada periode Juni - Agustus 2021 dan 25% pada periode September - Desember 2021.

Dengan kondisi-kondisi tersebut, cukup banyak tipe kendaraan yang mendapatkan fasilitas insentif tersebut, dari mulai Toyota Avanza, Toyota Yaris, Toyota Sienta, Toyota Vios, Toyota Rush, Daihatsu Xenia, Daihatsu Luxio, Daihatsu Terios, Daihatsu GranMax Minibus, MItsubishi Xpander, Nissan Livina, Honda Brio RS, Honda BRV, Honda Mobilio, Suzuki All New Ertiga, Suzuki XL7, Wuling Confero sampai ke produk yang belum melantai dibursa otomotif domestik sampai tulisan ini ditulis seperti Toyota Raize dan Daihatsu Rocky.


Efek dari insentif PPNBM ini diinterpretasikan oleh para pemegang merek dengan penurunan harga jual kendaraan dan penambahan discount kendaraan. memang rentang harga yang cukup besar hingga puluhan juta rupiah. Bagi para target market di SES B, beda harga sampai puluhan juta rupiah bisa jadi sangat menggiurkan.


Kembali ke kinerja pasar, bagaimana pasar merespon hal ini. Jawaban nya LUAR BIASA!! berdasarkan catatan Gaikindo, penjualan retail Maret 2021 di bandingkan bulan Februari 2021 naik 65%. kalau dibandingkan penjualan Maret 2021 dengan rata-rata penjualan selama pandemi 2020 (April - Desember 2020) naik 94%. Angka yang sangat fantastis di tengah situasi yang tidak kondusif saat ini.


Kalau dilihat pada tipe-tipe kendaraan dengan lebih detail, salah satu tipe kendaraan yang paling melonjak penjualannya adalah SUV medium yang dihuni pemain seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, Suzuki XL7, dll. Kontribusi segmen ini meningkat drastis menjadi 25% dari total market otomotif. Angka tersebut setara dengan naik 9% dari kontribusi selama tahun 2020 atau naik 6% dari dari kontribusi selama tahun 2021 itu sendiri. JIka penjualan Maret ini di bandingkan dengan rata-rata per bulan selama pandemi 2020, penjualan Maret ini naik sebesar 155%. Gila!!


Segmen selanjutnya yang juga menikmati fasilitas PPNBM ini adalah segmen low MPV. Segmen yang diisi oleh pemain seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki All New Ertiga, dll ini meningkat kontribusi nya menjadi 19% pada bulan Maret 2021. Dibandingkan dengan rata-rata tahun 2020, kontribusi pada bulan Maret ini naik 1% dan naik 3% jika dibandingkan rata-rata per bulan pada tahun 2020. Penjualan Maret ini di bandingkan dengan rata-rata per bulan selama pandemi 2020, naik sebesar 119%.


Segmen lain pun tak kalah menterengnya. Sedan Mini yang dihuni seperti Toyota Vioz, Honda City naik sebanyak 167% dibandingkan dengana rata-rata per bulan tahun 2020. Sejalan dengan hal tersebut, segmen City Car juga naik sebesar 135%. Segmen yang dihuni Honda Brio RS, Suzuki Ignis ini, dll ini berkontribusi sebesar 3% sepanjang Maret 2021, naik 1% dari rata-rata kontribusi selama 2021 ini.


Di Segmen lain, Penjualan bulan Maret 2021 rata-rata membaik di bandingkan rata-rata penjualan selama pandemi 2020, seperti LCGC naik sebesar 20%, Cab Over naik 34%, SUV High naik 8%, Pick Up Low naik 18%, MPV naik 13% dan Commercial naik 17%.


Dari seluruh pencapaian penjualan bulan Maret 2021 ini apakah bisa kita bilang bahwa relaksasi PPNBM yang diberikan oleh pemerintah Indonesia sudah berhasil untuk menggerek kinerja otomotif domestik Indonesia? in short term, bisa di katakan YA. Long term? belum bisa di pastikan. Relaksasi PPNBM seperti ini masih banyak meninggalkan PR yang harus dibenahi.

Dalam pemantauan saya pribadi beberapa hal tersebut sebagai berikut :

  1. Seperti kita ketahui, dalam penjualan otomotif ada pembelian secara cash dan ada juga yang credit. komposisi credit tidak lah kecil. secara rata-rata angka besaran credit application bervariasi 30%-40%. dengan adanya relaksasi ini, secara garis besar akan mengundang setiap lapisan masyarakat terutama dari lapisan ekonomi SES B dan C yang mungkin akan mampu untuk mengkonsumsi kendaraan tersebut. Pada setiap approval credit application, akan ada analisa 5C (Character, Capacity, Capital, Condition dan Collateral) yang akan menentukan kesiapan pembeli tersebut. Jadi, next questionnya adalah apabila calon konsumen tersebut mampu untuk membeli mobil secara finansial, apakah mereka siap untuk membeli mobil?

  2. Sifat relaksasi PPNBM ini adalah sebuah insentif, dan sifat dasar sebuah insentif adalah ketergantungan. perlu diperhatikan dan diwanti-wanti after effect dari periode insentif yang akan terjadi. Apakah market akan drop luar biasa mengingat harga sudah kembali normal? Menarik untuk dipantau dengan analisa elastisitas harga.

  3. Supporting system. Relaksasi PPNBM yang banyak menurunkan harga transaksional ini membuat komposisi nilai DP dan cicilan menjadi lebih atraktif. Dengan kesempatan ini, harus dibarengi dengan nilai suku bunga yang sejalan dengan strategi dasarnya. Dengan mengacu pada 5C, maka tidak diharuskan untuk di set suku bunga sekompetitif mungkin, yang perlu dipertimbangkan bagaimana menentukan suku bunga tersebut dengan memperhitungkan nilai resiko dengan analisa management resiko disisi management keuangan. Menarique.

Akhir kata, kita perlu mengapreasi apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam usahanya meningkatkan kekuatan industri otomotif Indonesia. Semoga dengan hal ini bisa meningkatkan kompetensi industri otomotif Indonesia. Semangat!

NB : All numbers source from Gaikindo data (edited)




74 views0 comments